Free MusicNotes Cursors at www.totallyfreecursors.com
WELCOME TO MY BLOG
Tampilkan postingan dengan label Coursework. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coursework. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 November 2017

Intervention Program on Adolescent’s Creativity Representations and Academic Motivation

Judul
Intervention Program on Adolescent’s Creativity Representations and Academic Motivation
Jurnal
Paidéia
Volume dan Halaman
25(62):289-297
Tahun
2015
Penulis
Maria de Fátima Morais, Saul Neves de Jesus, Ivete Azevedo, Alexandra M. Araújo, João Viseu
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur motivasi akademik dan representasi kreativitas siswa.
Subjek Penelitian
Kelompok eksperimen ada 77 siswa kelas 7-12 di sekolah-sekolah Portugis dengan usia 12-17 tahun. 42 siswa dan 35 siswi, sedangkan kelompok kontrol mencakup 78 siswa dengan karakteristik setara, pada tahun ajaran yang sama dengan 36 siswa dan 42 siswi.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pretest-posttest, dimana siswa diberikan School and Creativity Scale - Students’ Perceptions. Skala menilai representasi kreativitas yang mencangkup 25 item skala Likert yang mempunyai lima poin. Skala disusun oleh dua faktor yaitu dengan representasi tepat sebanyak 15 item dan representasi keliru sebanyak 10 item. Peserta juga diberikan skala motivasi untuk pembelajaran akademik karya Siqueira dan Wechsler (2006). Skala ini menyajikan struktur unidimensional, menilai motivasi belajar, aspek motivasi yang mencangkup 14 item skala Likert yang mempunyai enam poin.
Prosedur
Pengumpulan data dengan penilaian program dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, serta melakukan dua tindakan berulang yaitu pretest dan  posttest. Penilaian yang dilakukan pada saat yang sama untuk kedua kelompok. Pengumpulan data dilakukan di kelas setelah mendapatkan izin dari kepala sekolah dan orang tua siswa yang mendapat informasi tentang tujuan penelitian ini. Urutan tugas yang diberikan sama untuk semua siswa yang berada di kelompok ekperimen maupun control. Kelompok kontrol tidak menghadiri sesi program FPSPI. Program FPSPI dilaksanakan selama empat bulan, dalam sesi mingguan dilakukan selama 45 menit oleh 13 guru. Guru tersebut sudah menerima pelatihan sebelumnya untuk program FPSPI dan, selama pelaksanaan program mereka berpartisipasi dalam pertemuan dua minggu sekali dengan penulis ketiga dari makalah ini, yang merupakan koordinator program di Portugal.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan Paket Statistik Ilmu Sosial (SPSS). Uji t MannWhitney dilakukan untuk membandingkan hasil kelompok eksperimen dan kontrol. Tes ini dilakukan karena pada kedua kelompok kriteria normalitas sampel tidak dihargai seperti yang dievaluasi mengikuti asumsi Lapangan.
Hasil
Pada tahap pretest, hasil penelitian sebelum pelaksaan program tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam variabel representasi kreativitas  dan motivasi akademik.  Perbedaan antara nilai pretest dan  posttest untuk menilai dampak program terhadap representasi kreativitas dan motivasi, hasilnya ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. . Perbedaan untuk representasi yang keliru walaupun menguntungkan bagi kelompok eksperimen tapi tetap tidak signifikan secara statistik.
Future Problem Solving Programme International (FPSPI) berkontribusi pada peningkatan representasi kreativitas peserta yang sesuai, memungkinkan, secara bersamaan peningkatan motivasi akademis. FPSPI bisa menjadi alat yang berguna dalam setting pendidikan. Penggunaan skala Likert sebagai batasan. Informasi yang diberikan adalah kuantitatif.
Kelebihan
Prosedur penelitian ini tidak rumit dan ditulis dengan jelas. Bahasa yang digunakan oleh peneliti mudah dipahami. Skala dapat digunakan untuk anak berbakat.
Kekurangan
Skala yang digunakan tidak cukup untuk mengungkapkan pendapat. Informasi yang diberikan hanya berupa kuantitatif. Tidak ada posttest lain dalam jangka waktu lama setelah intervensi.

Minggu, 15 Oktober 2017

Anak Broken Home punya Kreativitas dalam Problem Solving?



Dalam segala aspek kehidupan tidak selamanya ada prosedur yang tersedia dengan jelas untuk melakukan sesuatu. Bisa saja hanya berupa panduan, atau bahkan tidak ada panduan sama sekali, yang artinya memerlukan interpretasi pribadi untuk mencapi suatu tujuan. Interpetasi ini merupakan sebuah gagasan atau ide yang dihasilkan oleh pengalaman, pembelajaran, atau bahkan percobaan (trial and error). Interpretasi satu orang dengan orang lainnya pasti akan berneda dengan beragam keunikan yang dimiliki oleh tiap orang. Ketika interpretasi diaplikasikan untuk mencapai sebuah tujuan, hal ini dinamakan sebuah kreativitas. Secara garis besar Kreativitas merupakan kemampuan merealisasikan ide imaginatif yang ia miliki.
Apakah semua orang memiliki kreativitas? Banyak orang memandang bahwa orang yang memiliki kreativitas adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia seni, seperti pelukis, penyanyi, penulis puisi, dan sebagainya. Menurut Conny R. Semiawan, kreativitas bukan hanya kemampuan menciptakan hal baru tapi juga modifikasi dari hal lama dan menerapkannya dalam pemecahan masalah (problem solving). Jadi dapat disimpulkan semua orang memiliki kreativitas, karena setiap orang pasti membutuhkannya untuk memecahkan suatu permasalahan.
Salah satu pembentuk kreativitas ialah pengalaman, baik ataupun buruk. Menurut penelitian bahwa perceraian memberikan efek yang berbeda-beda pada tiap anak. Ada yang menjadikan bentuk kesedihan karena perpisahan menjadi sebuah motivasi, adapun yang terlarut dalam kesedihan sampai memutuskan untuk mengakhiri hidup. Setiap anak memiliki proses sendiri hingga pada sampai pada titik pemecahan masalah. Hal ini membuat penulis merasa perlu untuk meneliti adakah kreativitas mempengaruhi problem solving pada anak broken home.

Rabu, 15 Juni 2016

INFORMASI PERJALANAN ANTARIKSA



MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
PERJALANAN ANTARIKSA
Disusun oleh :
Nama :  Tirsa Irene Debora Jonatan
NPM : 16515906
Kelas : 1PA09
Fakultas : Psikologi

UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
T.A. 2015 / 2016

INFORMASI PERJALANAN ANTARIKSA
1.         Wahana antariksa Spirit
Salah satu wahana antariksa yang melegenda adalah wahana antariksa Spirit. Wahana itu meluncur dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, pada 10 Juni 2003 dan tiba di kawah Gustrev, Mars, pada 4 Januari 2004. Penjelajahan dan riset oleh Spirit telah membuahkan banyak hasil. Wahana seberat 185 kg ini menemukan konsentrasi silika di Mars. Spirit juga menjadi robot pertama yang mendarat di planet lain. Wahana tersebut juga mengirimkan foto-foto menarik tentang planet merah.
Sebuah video berdurasi 6 menit 32 detik memotret hal-hal yang tak terungkap dari misi Spirit. Video menyuguhkan proses Spirit meluncur dengan roket Delta II 7925, menempuh perjalanan epik melewati wilayah antara Bumi dan Mars, dan pendaratannya.
Dalam detik-detik awal video, diperlihatkan bagaimana Spirit bersama roket pendorongnya meluncur. Setelah meluncur,  trayek Spirit mulai diarahkan ke Mars dan komponen roket peluncur mulai memisah. Setelah proses itu, Spirit memasuki tahap cruise. Selama perjalanan, Spirit berputar dengan kecepatan 2 rpm, dengan antena mengarah pada Bumi dan panel surya mengarah pada matahari guna memungkinkan komunikasi dan mendapatkan energi. Periode cruise berakhir 45 hari sebelum pendaratan. Selanjutnya, wahana memulai periode pendekatan ke Mars. Hingga akhirnya, pada 4 Januari 2004 atau 7 bulan setelah peluncuran, Spirit memulai tahap pendaratan. Saat pendaratan, total massa wahana dan perlengkapan pendaratannya adalah 827 kg. Kecepatan perjalanan sendiri adalah 19.300 km/jam. Komponen aeroshell kemudian membantu pendaratan dengan memperlambat kecepatan hingga 1600 km/jam. Parasut kemudian dibuka ketika pendaratan kiat dekat. Komponen ini kemudian memperlambat kecepatan Spirit hingga 300 km/jam. Selama periode pendaratan, tim di Bumi terus menerima sinyal yang memungkinkan mereka mengetahui kesuksesan pendaratan. Pada ketinggian 100 meter dari permukaan Mars, sebuah retroroket membantu pendaratan dan sebuah airbag kemudian membungkus wahana. Spirit mendarat di Mars dengan kecepatan 50 km/jam. Wahana yang dibungkus airbag itu awalnya berguling-guling di permukaan Mars. Setelah berhenti berguling, airbag membuka dan Spirit pun keluar. Panel surya pada wahana Spirit mulai memanen energi. Selanjutnya, wahana ini berdiri tegak dan memotret lingkungan Mars serta mengirimkannya ke Bumi. Berikut potret pertama wahana Spirit.
Foto pertama wahana antariksa Spirit yang diambil pada 4 Januari 2004, menunjukkan lingkungan kawah Gustev.
NASA menyatakan bahwa misi Spirit berakhir pada 25 Mei 2011. Kontak terakhir wahana tersebut dengan tim peneliti di Bumi adalah 22 Maret 2010. Total jarak penjelajahan yang ditempuh Spirit 7,73 km. Wahana menjalankan misi lebih lama dari yang ditargetkan. Meski misi Spirit berakhir, bukan berarti penjelajahan Mars berakhir pula. Kini, masih ada wahana antariksa Opportunity dan Curiosity yang terus menyelidiki lingkungan Mars, berusaha menguak apakah Mars memang layak dihuni dan punya kehidupan.

2.       Astronot asal Indonesia terbang ke Antariksa
Rizman Adhi Nugraha menanti sejak tahun 2013 untuk merasakan sensasi luar biasa berada di luar angkasa akan segera terwujud. Jika tidak ada halangan, "astronot" pertama asal Indonesia ini akan terbang ke batas gravitasi Bumi akhir tahun 2015 ini.
"Yang dapat dibayangin perjalanan ke luar angkasa itu. Yang pasti, perjalanannya singkat, tetapi tak mudah. Jadi, sekarang masih nunggu pemberangkatan ke luar angkasanya," kata Rizman.
Rizman adalah pemenang kompetisi AXE Apollo Space Academy yang digelar oleh Unilever pada tahun 2013 dengan hadiah kesempatan terbang dengan pesawat terbang yang dirancang khusus untuk menembus luar angkasa. Rizman menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mendapat kesempatan tersebut bersama dengan 22 orang dari negara lain. Rizman akan terbang setinggi 103 kilometer dari Bumi dengan pesawat luar angkasa berteknologi mutakhir berkapasitas dua orang, yaitu XCOR Lynx Mark II. Pesawat yang membawa mereka akan terbang ke luar angkasa dan melayang selama enam menit sebelum kembali mendarat di Bumi dalam perjalanan selama 45-60 menit. Programmer sebuah perusahaan swasta di Jakarta dijadwalkan berangkat antara Desember 2015 hingga Januari 2016.
Rizman saat berlatih mengemudikan pesawat Air Combat USA di Kennedy Space Center, Florida, AS, pada 2013.
Rizman telah menjalani pelatihan ketat di Kennedy Space Center, Florida. Rizman bahkan mendapat pelatihan langsung dari Buzz Aldrin, astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), orang kedua yang mendarat di permukaan Bulan. Dalam latihan itu, Rizman mengemudikan pesawat Air Combat USA, menjalani latihan seperti layaknya seorang astronot di Astronaut Assault Course, dan membuktikan dirinya bisa mengatasi kekuatan ledakan dalam jenis latihan G-Force Mission. Rizman terpilih setelah mengalahkan 107 pria dan wanita dari 60 negara. Sebelumnya, ada tiga orang dari Indonesia yang mengikuti pelatihan, tetapi hanya Rizman yang berhasil melewati tahap tersebut.

Daftar Pustaka